Cara Jualan Baju Online Dari Rumah Sendiri Dengan Website

Lima desainer busana muslim Indonesia berbagi bagaimana mereka cara jualan baju online menghadapi ‘tantangan’ pandemi ini, dan berpacu dengan waktu untuk tetap kreatif sambil menerapkan strategi dan cara baru untuk memasarkan produk mereka. Rosie Rahmadi, pemilik brand Gadiza, di awal pandemi bingung dengan langkah yang harus diambilnya. Saat itu, dia merasa beruntung dengan desainer dan komunitas bisnis yang diikutinya. “Komunitas itu seperti kekebalan, karena kita bersama dengan anggota (komunitas) lainnya menghadapi ini, jadi kita bisa berbagi dan berkonsultasi bersama,” jelasnya.

Dengan promosi yang begitu masif, tidak berlebihan jika harapan cara jualan baju online yang muncul adalah sebuah event fashion yang modern dan stylish, dinamis dan berorientasi pada generasi muda, sesuai dengan pasar fashion terbesar itu sendiri. Namun sepertinya kesan itu tidak terlihat pada penyelenggaraan Jogja Fashion Week kemarin.Di bagian luar, saat kita memasuki gedung JEC, kita akan disambut dengan deretan kain batik yang berjejer di dinding lobi sepanjang lebih dari 100 meter.

Cara Jualan Baju Online Dari Rumah

Memasuki aula utama juga terdapat lorong dengan ratusan kain batik yang terbentang satu per satu di sisi kiri dan kanan lorong.Ratusan kain batik yang dipamerkan seolah menggantikan ‘pagar ayu pagar bagus’ yang menyambut tamu. Ini benar-benar batik pilihan dan dominan menampilkan keindahan motif dan corak khas batik Jogja dan gaya Mataraman. Kedalaman kualitas bisa kita lihat pada lembaran batik ini, bukan motif batik yang biasa kita lihat.

cara jualan baju online

Di dalam aula utama pameran yang juga terhubung dengan runway JFW reseller baju branded, juga terdapat beberapa manekin yang memamerkan busana rancangan para desainer yang berpartisipasi dalam peragaan busana tersebut, namun seolah berdiri sendiri dan tidak ada hubungannya dengan interior. aula yang dibiarkan polos.Ditambah dengan kesan birokrasi yang kuat, misalnya pada acara pembukaan.

Dalam sambutan pembukaannya pada pembukaan Jogja Fashion Week, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebutkan bahwa acara JFW 2016 ini berorientasi pada batik, dan sebagai acara bridging ke International Batik Biennale yang akan diadakan di Jogja. Oktober mendatang. Jadi timbul pertanyaan, apakah acara fashion ini benar-benar ‘dipesan’ sebagai ajang promosi batik (saja).

Fashion week tidak dilihat dan dikemas sebagai ajang bagi orang-orang kreatif, melainkan seperti upacara birokrasi di lingkungan resmi. Ada kemungkinan bahwa para pelaku mode sendiri tidak terlibat dalam semua aspek persiapan dan pengambilan keputusan mereka.Semoga di tahun-tahun mendatang Jogja Fashion Week bisa hadir dengan packaging yang lebih baik lagi, dan bisa menciptakan ekosistem fashion bagi kota Jogja, sehingga visi bersama di atas bisa lebih dekat untuk diwujudkan.

Pekan mode, dalam ruang lingkupnya, seharusnya menjadi wadah untuk cara jualan baju online mengasah dan mengenali bakat-bakat mode lokal, sehingga muncul desainer-desainer unggulan dari Jogja yang memiliki ciri khas desain yang kuat. Kita mengenal desainer seperti Lulu Lutfi Labibi dari Jogja yang karya fashionnya kini dikenal luas di dunia fashion Indonesia. Yang membuktikan bahwa Jogja penuh dengan talenta kreatif, yang tidak perlu dibatasi terlalu dini dengan materi-materi tertentu.

Namun industri dan habitat fashion itu sendiri, dalam hal ini di Jogja cara jualan baju online, belum matang dan berkembang. Hal ini senada dengan yang disampaikan Philip Iswardono, show director JFW 2016 dan manajemen IFC Jogja, bahwa Jogja sebenarnya penuh dengan talenta perancang busana kreatif, namun masih sulit berkembang karena beberapa hal. Salah satunya adalah citra Jogja yang ‘semuanya harus murah’, namun hal itu memperlambat bisnis fashion di Jogja.